1.Pizza
Anto ingin beli Pizza, tp Anto tidak
punya uang . Lalu Anto meminjam uang kepada Budi Rp. 25.000, dan Citra
Rp. 25.000 juga. Total uang yg Anto pinjam Rp.50.000. Lalu Anto membeli Pizza
yang harganya Rp.47.000 . Jadi masih ada kembalizn Rp.3000.
Nah,
untuk mengurangi utang Anto,uang kembalian sebesar Rp.3000 itu Anto pakai
untuk membayar utangnya. Untuk Budi Rp.1000, dan untuk Citra Rp.1000 dan
Rp.1000 sama Anto .
Jadi utang Anto ke Si A jd Rp.24.000 dan ke Si B juag jadi
Rp.24.000.
Jika di Jumlahkan,
24+24 = 48rb +1rb (uang yg ada di Anto) = Rp.49.000.!
Jadi YANG Rp.1000 DIMANA??.. Sedangkan jumlah utang Anto total Rp.50.000.
Jawabannya :
Pinjam beli pizza kan 47.000, yang di bayarkan baru 2.000, Anto bawa 1.000
47.000 (harga pizza) + 2.000 (yg di bayar ke A dan B ) + 1.000 (dibawa Anto) =
50.000
Ruas kiri = utang Anto
Ruas kanan = uang Anto
25 + 25 = 50
25 + 25 = 3 + 47 (beli pizza)
25 + 25 = 1 + 2 + 47
25 + 25 - 2 = 1 + 47
48 = 1 + 47
47 = 47
Itu artinya Anto cuma pinjem 47rb, 48rb yang Anto maksud itu adalah utang Anto
yang belum ditambah uang 1000 yang Anto punya.
Kalo udah di kalkulasi utang Anto 47rb
2. Apakah
benar 1 = 1 ?
X2 =
X2
X2 - X2 = X2 - X2 >> dua2nya
ditambah -X2 biar
sama hasilnya (rumus standar dalam matematika)
X
(X - X ) = (
X + X )( X - X ) ingat rumus X2 - Y2 = (X -
Y )(X + Y)
X
= X + X
X
= 2 X
1
= 2 (1)
jadi....
1
= 2 Lho?? kok gitu??
Gimana
ini??,,
Jawabannya :
Letak
kesalahannya ada pada contoh di atas itu, karena menggunakan sistem coret- mencoret X-X di sisi kiri dan sisi
kanan. Padahal hal itu TIDAK
BOLEH.. Alasannya?
Begini,
di situ ada X-X, kalau ditelaahr, X-X = 0 kan?
Sisi
kiri ada X-X, sisi kanan ada X-X juga, trus dicoret!! BOLEH???
JELAS
NGGAK BOLEH!! Kenapa?
Kalau
X-X = 0, brati sisi kiri dan kanan adalah
X(0)
= (0)(X+X)
0
= 0, kalau kita pindah angka 0 yang di kanan ke kiri. Menjadi:
0/0
= 1, BETUL???
SALAH!!!
0
dibagi dengan 0 itu BILANGAN TAK TENTU. Jadi bukan hanya 1. Tapi bisa -…, -2,
-1, 0, 1, 2, …,
Bukankah
semua bilangan kalau dikalikan 0 akan sama dengan 0? Hehe..
Jadi
kesalahan contoh kasus di atas adalah, PELANGGARAN dalam membagi bilangan.
3. Pinjaman
si A, B, & C patungan 25 juta untuk beli rumah, jadi hasil patungan
A+B+C= 75 juta.
si D sebagai makelar pembelian rumah, sehingga dibelikan rumah seharga 70 juta.
So (A+B+C)-D= 75 juta-70 juta= 5 juta.
sisa uang 5 juta dikembalikan si D kepada A, B, & C masing-masing 1 juta,
jadi sisa 2 juta untuk biaya makelar si D. (5 juta- 3 juta= 2 juta).
Secara perhitungan si A, B, & C jumlah patungannya hanyalah 24 juta (25
juta- 1 juta= 24 juta).
Setelah ditotal hasilnya aneh, A+B+C= 24+24+24= 72 juta, sedangkan uang yang
diambil sebagai biaya makelar oleh D adalah 2 juta, so A+B+C+D= 24+24+24+2= 74
juta, sedangkan hasil patungan pertama kali adalah 75 juta, coba cari yang 1
juta kemana??? (75 juta-74 juta= 1 juta, kemana???)
Jawabannya :
Perhatikan lagi soal kalimat matematika diatas. Kenapa dia menyimpulkan
patungannya 24 juta? Perhatikan lagi harga rumahnya berapa, 70 juta!
Kalau 70 juta itu dibagi 3 (A,B dan C), maka patungannya bukan 25 juta lagi,
tapi 70/3 = 23,333 juta.
Nah, sisa 5 juta itu dibagikan ke A, B, C masing-masing 1 juta. Jadi
patungannya jadi 23,333 + 1 = 24,3333 juta.
Sekarang A+B+C = 24,333 + 24,333 + 24,333 = 73 juta
Duit makelar = 2 juta, jadi 73 juta + 2 juta = 75 juta!
Mana yang “kemana”? Semua baik-baik saja tuh duitnya, gak ada yang ilang… xixixi…